Kesah Palui : Karas Ta Ka Ilat
Tulamak ingin kuat badan lalu mencoba akar pasak bumi tapi salah pakai hingga tubuhnya lemas berminggu-minggu. Tak kapok, ia beli obat kuat luar negeri “pigara balangnya biru” dan berbagi dengan…
Tulamak ingin kuat badan lalu mencoba akar pasak bumi tapi salah pakai hingga tubuhnya lemas berminggu-minggu. Tak kapok, ia beli obat kuat luar negeri “pigara balangnya biru” dan berbagi dengan…
Palui baru saja pindah rumah dari pinggir jalan besar ke dalam gang karena kontrak rumah lamanya habis. Ia mengaku lebih senang tinggal di gang karena suasananya tenang dan lebih akrab…
Palui senang bermalam di rumah mamarinya karena merasa disayang dan sering diberi uang. Namun, suatu hari ia membuat kesalahan saat mengurut mamarinya yang masuk angin. Karena kehabisan minyak kelapa, Palui…
Tulamak terlihat murung sepanjang hari karena banyak makanan yang tidak boleh ia makan atas anjuran mantri puskesmas. Ia merasa sedih karena harus menghindari daging, makanan berminyak, asin, dan manis. Garbus…
Palui sudah beberapa tahun menjadi pegawai honorer di kantor pembakal. Setelah berpindah-pindah bagian, ia akhirnya dipercaya mengurus administrasi surat-menyurat dan sangat menikmati pekerjaannya. Suatu hari, ia panik karena menerima surat…
Seumur hidup, Palui selalu hidup pas-pasan meski sudah mencoba berbagai pekerjaan, dari berladang hingga menjadi ojek. Ia tetap tinggal di rumah mertuanya dan menggunakan sepeda motor tua yang nyaris rongsok.…
Sejak muda, Bulan Jamilah bersahabat akrab dengan Manya Amat hingga membentuk kelompok masak bernama “Dua Ratus.” Setelah Manya Amat menikah dengan Palui dan memiliki anak, kelompok itu bubar, namun persahabatan…
Palui dikenal beruntung karena sering diajak perjalanan dinas oleh pambakal atau camat ke berbagai daerah seperti Makassar, Bandung, hingga Betawi. Setiap pulang, ia selalu meniru logat daerah yang dikunjunginya, membuat…
Palui sangat bangga setelah mendapat seragam baru dari kantornya sebagai sekuriti. Ia berdiri di depan cermin, merasa gagah seperti jenderal, meski istrinya menertawakannya dan menyebutnya “jenderal kancil.” Tak lama, Tulamak…
Di musim tanam padi yang mulai mengering, Palui dan kawan-kawannya pergi memancing ikan di sawah. Tulamak membawa umpan cacing, sementara Garbus memilih anak ayam. Palui menegur mereka karena tak memikirkan…