Kesah Palui : Mambuka Cabang Hanyar
Palui menjadi kepala gudang dan sibuk bekerja hingga jarang pulang, membuat istrinya curiga. Ia mencoba percaya, tapi tetap merasa gelisah karena Palui sering pulang larut malam. Palui berdalih kantornya sedang…
Palui menjadi kepala gudang dan sibuk bekerja hingga jarang pulang, membuat istrinya curiga. Ia mencoba percaya, tapi tetap merasa gelisah karena Palui sering pulang larut malam. Palui berdalih kantornya sedang…
Menjelang musim tanam, Palui dan kawan-kawan lelah bekerja di ladang. Palui ingin dipijat dan menyuruh Garbus mencari minyak urut. Garbus malah mengambil minyak obat nyamuk semprot dari gardu. Saat dipijat,…
Setelah Piala Dunia, Palui dan kawan-kawan ingin latihan sepak bola. Karena tak punya bola, Palui meminjam bola anyaman anaknya. Saat Tulamak menendang, kakinya terluka karena ternyata bola itu berisi kulit…
Menjelang Piala Dunia, Palui dan kawan-kawan ramai membahas tim jagoan masing-masing: Tuhirang dukung Inggris, Garbus dukung Brasil, dan Tulamak dukung Belanda. Mereka berdebat seru, sementara Palui hanya menertawakan karena merasa…
Palui bercerita ia beli bensin murah Rp3.000, membuat Tulamak dan Garbus penasaran lalu ikut beli ke kios. Ternyata harga Rp3.000 itu hanya untuk setengah liter karena Palui tak punya uang,…
Palui datang ke rumah Tulamak minta maaf tak hadir aqiqah. Ia dijamu makan kepala kambing — ternyata itu makanan kesukaan istri Tulamak. Istrinya marah diam-diam, Palui sadar lalu buru-buru pulang.…
Bulan Jamilah dulu akrab dengan Manya Amat sebelum menikah. Banyak pria menyukai Bulan, termasuk Garbus yang sangat gigih mengejar cintanya meski sering ditolak dan bahkan dipukuli. Akhirnya, berkat keuletannya, Garbus…
Setelah terkena PHK, Palui mencoba berbagai pekerjaan namun semuanya tidak bertahan lama. Ia dan istrinya sepakat untuk kembali ke kampung mencari pekerjaan yang lebih cocok. Istrinya dengan tulus mendukung keputusan…
Pada malam hari, Palui bangun tengah malam untuk menonton pertandingan sepak bola Piala Dunia babak perempat final. Saat ke ruang tamu, ia melihat mertuanya sudah lebih dulu duduk menonton sambil…
Aluh Mariam, anak perempuan Palui, sudah remaja dan banyak pemuda ingin melamarnya. Namun, Palui yang mata duitan menolak semua karena ingin calon menantu yang kaya. Ia juga menasihati Aluh agar…