Kesah Palui : Cabang Hanyar
Sejak jadi kepala gudang, Palui sibuk luar biasa. Ia jarang pulang, sering berangkat pagi dan baru kembali tengah malam. Awalnya istrinya maklum, tapi lama-lama muncul rasa curiga setelah mendengar gosip…
Sejak jadi kepala gudang, Palui sibuk luar biasa. Ia jarang pulang, sering berangkat pagi dan baru kembali tengah malam. Awalnya istrinya maklum, tapi lama-lama muncul rasa curiga setelah mendengar gosip…
Pagi itu Palui semangat mengambil rapor anaknya di sekolah. Namun, begitu membuka rapor, ia terkejut melihat banyak nilai merah dan anaknya tidak naik kelas. Ia langsung mempertanyakan hal itu kepada…
Utuh, anak Palui, terkenal lambat memahami pelajaran namun sangat patuh pada orang tua. Suatu malam, Palui memuji tubuh Utuh yang besar dan menyarankan agar kelak menjadi tentara. Utuh pun bertekad…
Palui terbiasa berpakaian seadanya di rumah tanpa mengenakan pakaian dalam agar tidak merasa panas. Suatu hari, saat memetik asam atas permintaan istrinya, seekor tawon masuk ke kain tapihnya dan menyengat…
Tulamak terkenal suka mencoba makanan dari berbagai daerah, meski sering tak punya uang untuk membeli. Setelah mendengar tentang makanan khas Betawi bernama karak telur, ia ingin mencobanya. Garbus menertawakan kebiasaannya…
Palui sangat menggemari MotoGP hingga membeli motor besar yang membuatnya tampak seperti pembalap. Meski bensin mahal, ia tetap menunggang motornya dengan semangat. Suatu hari, setelah berbincang dengan Garbus, Palui pergi…
Palui yang baru menjadi pegawai negeri mendapat motor dinas dan sangat menjaga kendaraannya dengan baik. Ia rutin mengganti oli dan hanya mempercayakan servis pada bengkel langganan “Saraba Kawa” milik Amang…
Pagi-pagi Palui mendatangi rumah Tulamak sambil kesakitan karena pinggangnya terasa sangat sakit. Ia meminta Tulamak mengantarnya mencari orang yang bisa mengurut. Tulamak lalu membawa Palui ke rumah Abah Garbus, yang…
Tulamak pergi bekerja ke Batola untuk mencari rezeki sebagai buruh kayu. Setelah sebulan, istrinya menerima kiriman uang dan merasa senang. Namun, muncul kabar bahwa Tulamak tertimpa musibah di Sungai Gampa…
Palui mencoba mengajari anaknya pelajaran sekolah karena kecewa anaknya tidak bisa menjawab soal sejarah. Ia menanyakan tentang musim di Indonesia dan memberi petunjuk tentang hujan. Anak Palui dengan polos menjawab…