Kesah Palui : Tarifnya Dubel
Palui, Garbus, dan Tulamak berkunjung ke Jakarta dan merasa tidak betah. Tulamak mengeluh, bukan karena makanan atau kekurangan uang, tetapi karena suasana kota yang ramai dan serba mahal. Palui pun…
Palui, Garbus, dan Tulamak berkunjung ke Jakarta dan merasa tidak betah. Tulamak mengeluh, bukan karena makanan atau kekurangan uang, tetapi karena suasana kota yang ramai dan serba mahal. Palui pun…
Palui dan Garbus membicarakan kekacauan lalu lintas di Banjar. Menurut Palui, lampu merah, kuning, dan hijau tidak lagi berfungsi karena banyak orang melanggarnya sesuka hati. Garbus menjelaskan bahwa lampu itu…
Palui, Garbus, dan Tulamak pergi ke kota untuk melihat pasar. Setelah lelah berjalan, mereka mampir ke warung makan dan sepakat berbagi makanan serta biaya secara adil. Usai makan, Palui kepanasan…
Pambakal Anjam mengadakan pertandingan sepak bola antara kampung Palui dan kampung seberang. Ia menugaskan warga sesuai kemampuan, termasuk Palui yang ditugaskan sebagai petugas medis. Namun ketika kapten tim tersedak permen…
Palui berusaha keras mencari rezeki dengan berjualan berbagai jenis limau langsung dari kebun agar mendapat keuntungan lebih. Namun karena banyak pesaing, ia terpaksa menjual murah hingga sering rugi. Atas saran…
Garbus memuji Tulamak karena setiap bepergian dengannya tidak pernah kekurangan makanan atau minuman. Tulamak menasihati agar selalu berbuat baik kepada orang lain. Namun, suasana berubah ketika Garbus menyindir Tulamak tentang…
Garbus merasa putus asa karena istrinya lama sakit dan tidak sembuh meski sudah berobat ke berbagai orang pintar serta mencoba banyak ramuan tradisional seperti akar tarap, daun belimbing, dan buah…
Palui belajar menjahit di Banjar dan membeli mesin jahit dengan uang pinjaman koperasi. Setelah membuka usaha, ia kesulitan mendapat pelanggan karena banyak orang lebih memilih baju jadi di pasar yang…
Palui selama sebulan jarang di rumah karena sibuk dengan pekerjaan barunya. Setiap pagi ia berangkat naik sepeda dan pulang menjelang sore. Ketika ditanya Tulamak dan Garbus tentang pekerjaannya, Palui awalnya…
Palui sangat gemar memelihara hewan, dulu ia merawat ayam dan itik hingga puluhan ekor. Namun, karena baunya mengganggu istrinya, ia diminta berhenti. Atas saran temannya, Garbus, Palui beralih menjadi penghobi…