Kesah Palui : Katinggalan Di Jamban
Pagi itu perut Palui sakit luar biasa setelah semalam kebanyakan makan sambal dengan pucuk gumbili dan ikan kering sapat. Ia buru-buru ke jamban di tepi sungai, tapi ternyata Acil Irus…
Pagi itu perut Palui sakit luar biasa setelah semalam kebanyakan makan sambal dengan pucuk gumbili dan ikan kering sapat. Ia buru-buru ke jamban di tepi sungai, tapi ternyata Acil Irus…
Palui bersama kawan-kawannya, Tulamak dan Garbus, mendapat pekerjaan borongan menebas rumput di kantor kelurahan. Karena mereka bekerja bertiga, pekerjaan itu cepat selesai sebelum tengah hari. Setelah selesai, Tulamak mengajak makan,…
Palui kembali terpilih menjadi ketua RT untuk ketiga kalinya karena disukai warga, terutama para pemuda. Ia dikenal ramah dan mudah bergaul. Saat Garbus bertanya apakah pejabat harus memiliki istri, Palui…
Garbus dan Tulamak sudah berbulan-bulan ikut program kejar paket A, tapi tetap saja belum lancar membaca, mungkin karena usia mereka yang sudah tua. Mereka menyesal tidak sekolah sejak muda, namun…
Bini Palui mendapat undangan ke Balai Desa untuk menghadiri penyuluhan tentang KB, namun karena sibuk mengurus anak, Palui terpaksa menggantikannya. Di sana, ia bersama Garbus mendengarkan penjelasan petugas dan bidan…
Palui selama seminggu tidak terlihat keluar rumah, bahkan tidak ke masjid seperti biasanya. Garbus yang penasaran datang menemuinya dan bertanya alasan Palui jarang keluar. Palui menjawab bahwa ia hanya berada…
Palui sering pergi keluar daerah hingga membuat teman-temannya heran, sebab biasanya ia jarang meninggalkan kampung. Setelah ditanya, Palui mengaku bahwa ia menjadi anggota rombongan tim sepak bola Barito Putera dan…
Tulamak terlihat banyak berpikir hingga membuat Garbus dan Palui penasaran. Setelah didesak, akhirnya terungkap bahwa yang dipikirkannya adalah keinginannya memiliki anak. Meski hidupnya dengan istri sangat rukun dan berkecukupan, mereka…
Palui, Garbus, dan Tulamak berkunjung ke Jakarta dan merasa tidak betah. Tulamak mengeluh, bukan karena makanan atau kekurangan uang, tetapi karena suasana kota yang ramai dan serba mahal. Palui pun…
Palui dan Garbus membicarakan kekacauan lalu lintas di Banjar. Menurut Palui, lampu merah, kuning, dan hijau tidak lagi berfungsi karena banyak orang melanggarnya sesuka hati. Garbus menjelaskan bahwa lampu itu…