Bulan: November 2019

Kesah Palui : Hintalu Jaruk

Palui sakit dan dibawa istrinya ke rumah sakit. Setelah diperiksa, ia didiagnosis menderita penyakit kuning dan harus dirawat. Teman-temannya datang menjenguk, memberi semangat agar banyak makan yang manis-manis. Namun Palui…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Kawat Nyamuk

Hari hujan sering sulit ditebak, kadang tampak cerah lalu tiba-tiba turun deras. Palui dan kawan-kawannya berbincang tentang nyamuk yang makin banyak saat musim hujan. Palui mengaku hanya ada seekor nyamuk…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Kada Ba-DA

Palui dikenal sebagai orang yang ulet dan tidak pilih-pilih pekerjaan. Ia pernah menjadi tukang, honorer, hingga akhirnya menetap sebagai sopir truk. Dalam pekerjaannya, ia banyak memiliki pengalaman lucu dan berkesan,…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Rayuan Palui

Palui dan kawan-kawannya menginap di rumah mamarina Palui saat pulang ke kampung. Malam hari, Tulamak terbangun karena mendengar suara Palui seperti sedang berbisik mesra di kamar sebelah. Ia membangunkan Garbus…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Tulisan Mucai

Palui dan kawan-kawannya jarang bertemu karena sibuk bekerja, tapi saat berkumpul mereka saling bertukar kabar. Garbus bangga anaknya bisa berbahasa Inggris, padahal yang diucapkan hanyalah kata dari iklan obat. Tulamak…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Disuruh Manikin

Palui tampak sering melamun karena akan dinikahkan oleh orang tuanya. Teman-temannya seperti Garbus dan Tulamak menggoda, mengira Palui sedih karena takut kehilangan masa bujang. Setelah hari pernikahan tiba, Palui membaca…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui: Bulik Mudal

Palui, Garbus, dan Tulamak membahas sulitnya mencari pekerjaan di masa kini. Garbus menilai Tulamak susah mendapat kerja karena tubuhnya gemuk, tetapi Tulamak membela diri bahwa orang gemuk justru kuat bekerja.…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Bacabut Huban

Palui merasa kepalanya sangat gatal hingga meminta bantuan kemenakannya, Nanang, untuk mencabut uban. Ia menjanjikan upah satu gaguduh untuk setiap uban yang dicabut. Saat Palui tertidur, Nanang hanya menemukan satu…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar