Bulan: April 2019

Kesah Palui : Parang Ajaib

Palui dan kawan-kawannya, Garbus, Tulamak, serta Tuhirang mendapat giliran ronda malam untuk menjaga keamanan kampung. Setelah berkumpul di pos kamling dan berpatroli, mereka melihat seseorang yang mencurigakan di dekat rumah…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Pupudak wan Kalapon

Palui yang baru pulang dari pasar disapa Mahaji Limah yang sedang menjemur bantal dan tilam. Karena salah dengar, Palui mengira Mahaji bertanya “apa yang di bawah,” lalu menjawab dengan candaan…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Mamborong Kangkung

Palui berjalan tergesa ke pasar, membuat Garbus dan Tulamak heran melihat kesungguhannya. Ia mengatakan ada sesuatu yang sangat penting harus dibeli, bahkan jika tidak ditukar bisa menyebabkan kematian. Setelah sampai…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Haruk Sapasaran

Setiap pagi Palui dan istrinya berbagi tugas, Palui mengurus anak dan ke pasar, sedangkan istrinya memasak serta mencuci. Saat pulang dari pasar, wajah Palui terlihat masam karena merasa seluruh pasar…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Manjarai Garbus

Palui heran melihat Garbus tampak segar di siang hari Ramadan. Setelah ditanya, Garbus mengaku tidak puasa karena lupa sahur dan merasa lelah. Palui menegurnya karena selain tidak berpuasa, Garbus juga…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Bajual Kuda

Palui kecanduan main catur hingga melupakan pekerjaannya sebagai penjahit. Istrinya kesal karena pesanan jahitan belum selesai dan tidak ada uang untuk membeli lauk, sehingga Palui hanya disuguhi nasi putih. Saat…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Surat Tanah

Palui selaku ketua RT berencana mengundang warga karena pegawai urusan tanah akan datang mengukur batas lahan agar tidak tumpang tindih. Namun, Garbus dan Tulamak enggan hadir dengan berbagai alasan, lalu…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Sapuluh Balik

Palui dan Garbus berbincang tentang hasil panen yang melimpah meski musim kemarau panjang. Garbus menasihati agar rajin bekerja sejak pagi agar hidup makmur, dan Palui menjelaskan bahwa ia sudah memiliki…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Masuk Tantara

Utuh adalah anak Palui yang rajin, taat, dan berbakti kepada orang tuanya meskipun agak lambat memahami maksud ucapan ayahnya. Suatu malam, Palui memuji dan menasihati Utuh agar rajin belajar supaya…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Banjir, Banjir

Garbus kesal karena Palui hanya membongkar mesin sepeda motornya tanpa memasangnya kembali. Palui beralasan ia hanya melakukan sesuai permintaan, karena Garbus tidak meminta untuk memasangnya lagi. Setelah diberi penjelasan, Palui…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar