Kesah Palui : Sajadah Halus

Tulamak kesulitan mencari baju dan celana yang pas karena tubuhnya besar, hingga akhirnya ia memutuskan membeli kain dan menjahit sendiri. Garbus menyindirnya halus, namun Tulamak menanggapinya santai. Obrolan berlanjut tentang…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Mahayal Pulang

Palui memiliki tanah warisan seluas tiga hektar yang mengandung batu bara. Banyak orang, termasuk Garbus dan Tulamak, ingin membeli atau bekerja sama menambangnya. Namun, Palui menolak karena tak ingin merusak…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Pucuk Gumbili

Palui yang dulunya pernah jadi kernet dan tukang cuci mobil, akhirnya kembali menjadi sopir setelah lama berhenti akibat kecelakaan yang membuatnya rugi besar. Kini ia memilih jadi sopir pedesaan karena…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Tikar Kalambu

Garbus belum menikah meski teman-temannya, termasuk Palui dan Tulamak, sudah berkeluarga. Ia beralasan masih menanggung adik-adiknya dan tak punya uang untuk jujuran. Palui pun menawarkan bantuan, mengaku punya “ilmu” agar…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Sama Untingan

Palui ditangkap Ketua RT, Garbus, dan Tulamak saat berkunjung malam ke rumah Ruhana, janda muda yang tinggal sendiri karena orang tuanya mudik. Ia dituduh berbuat tidak pantas karena terlihat hanya…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Tapakai Salawar Anak

Gotong royong menjadi ajang kebersamaan warga kampung ketika Tulamak dipercaya menjadi kepala kegiatan. Ia dengan antusias memimpin pekerjaan, sedangkan Garbus mengurus konsumsi dan Palui ikut membantu. Walau sempat diragukan karena…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Merek ML

Anak laki-lakinya sulit diatur dan sering berpakaian kotor, membuat ibunya menasihati agar belajar rapi sejak kecil. Namun, anaknya membantah dengan mengatakan bahwa meski rapi, wajahnya tetap tidak tampan seperti ayahnya.…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Burit Kancang

Garbus menasihati Tulamak agar menjaga pola makan karena tubuh gemuk bisa menimbulkan penyakit. Tulamak membela diri bahwa perut besar tanda kemakmuran, sedangkan Garbus menolak anggapan itu, menyebut orang kaya biasanya…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Minta Dibulikakan

Palui berhasil mengumpulkan uang untuk mengobati penyakit burutnya dan menjalani operasi kecil di rumah sakit. Setelah operasi berjalan sukses, ia pulang dalam keadaan sehat dan tak merasakan keluhan apa pun.…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Mambarakat Jua

Palui dan kawan-kawannya—Garbus, Tulamak, serta Tuhirang—dihubungi Surawin untuk datang ke acara tapung tawar. Meski awalnya hanya untuk wanita, mereka ikut karena banyak makanan disediakan. Setelah menikmati berbagai wadai khas Banjar…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar