Kesah Palui : Jamban Baluang

Palui gemar membaca koran dan selalu mengikuti berita terbaru. Suatu hari, ia dipanggil ke balai desa bersama warga untuk menghadiri penyuluhan tentang kebersihan dan rencana penghancuran jamban di pinggir sungai…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Mambor Sumur

Palui sangat sayang kepada anak perempuannya, Aluh, yang masih berumur dua bulan. Ia selalu ingin cepat pulang dari bekerja untuk melihat anak dan istrinya. Suatu hari, Garbus dan Tulamak merasa…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Mangidam Bigi Salak

Bini Palui yang sedang hamil dua bulan mengidam “bigi salak”. Palui dengan sigap pergi ke pasar mencari buah salak, lalu diarahkan oleh Garbus dan Tulamak ke rumah Tukacil yang punya…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Pamilihan Pambakal, Bagian Pertama

Palui berambisi mencalonkan diri sebagai pambakal di kampungnya, merasa yakin bisa menang meski sudah tua. Namun, Tulamak mengingatkan bahwa calon harus lulus tes membaca, menulis, dan berhitung. Untuk membantu, Palui…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Bau Iwak Karing

Palui jadi bahan ejekan warga karena tali salawarnya putus, membuatnya malu. Ia bertekad mengikat salawar dengan kuat agar tidak terulang. Saat pengajian malam, guru Jain membahas pentingnya kebersihan lahir batin…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Mambawa Gunung Dua Bigi

Di warung acil Irus, Palui, Tulamak, dan Garbus biasa berkumpul sambil berbincang ramai, terutama tentang babinian. Suatu hari mereka membahas perempuan yang ingin jadi polwan. Tulamak menilai perempuan tetap harus…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Mati Lamas

Palui mewakili istrinya menghadiri penyuluhan tentang Keluarga Berencana (KB) di Balai Desa karena istrinya sibuk mengurus anak. Bersama Garbus, ia mendengarkan penjelasan petugas dan bidan muda mengenai berbagai metode KB…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Bisikan Gaib

Palui bercerita bahwa ia pernah naik taksi yang penuh sesak hingga merasa mual dan ingin muntah. Saat hampir tidak tahan, seorang penumpang memberinya kantong plastik untuk menampung muntahnya. Karena sudah…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Kadut Bungkas

Saat Palui tidur siang, istrinya membangunkannya karena beras di rumah habis. Setelah berdiskusi, Palui akhirnya pergi ke pasar untuk membeli beras. Istrinya menyuruh membawa karung besar agar cukup untuk sepuluh…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Katuju Malihat Buritnya

Palui dan istrinya dikenal sangat rukun meski sudah lama menikah dan memiliki enam anak. Mereka jarang sekali bertengkar, membuat Garbus dan Tulamak penasaran akan rahasianya. Palui berkata bahwa jika marah,…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar