Kesah Palui : Salah Tuan Rumah

Setiap ada orang yang mengadakan selamatan, Palui dan kawan-kawannya selalu rajin datang, terutama Tulamak yang paling bersemangat karena tahu pasti ada hidangan enak. Namun, belakangan Tulamak merasa malu karena sering…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Canggih

Palui hidup sederhana bersama istrinya meski terlilit banyak hutang, namun tetap tampak tenang dan seolah tanpa beban. Saat ditagih oleh Garbus, ia hanya mampu membayar sebagian karena uangnya terbagi untuk…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Tatinggal Saraka’at

Palui yang dulu dikenal sebagai orang jahil kini berubah menjadi santri setelah banyak pengalaman pahit di perantauan. Ia berusaha memperbaiki diri dan rajin mengaji, meski merasa sulit menghafal karena usia.…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Pak Mantri

Palui sudah puluhan tahun merantau, jarang pulang ke kampung, namun selalu mengirim doa dan kiriman untuk arwah orang tuanya. Saat akhirnya pulang, ia sibuk memperbaiki rumah hingga tak pernah nongkrong…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Sudah Tabiat

Palui dikenal sebagai orang yang malas dan suka bangun siang meskipun sudah sering diingatkan oleh orang tuanya untuk rajin bekerja. Setelah menikah dengan Zaleha, kebiasaannya tidak juga berubah. Mertuanya yang…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Kada Singhaja

Palui pergi ke pasar wadai untuk membeli berbagai makanan pesanan istrinya menjelang buka puasa. Karena terlalu banyak titipan, ia lupa membeli salah satu permintaan penting, yaitu es nangka walanda yang…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Mamancuk Kadundung

Tulamak mengundang kawan-kawannya berbuka puasa di rumahnya dengan alasan ada selamatan kecil. Palui, Garbus, dan Tuhirang datang dengan semangat, menebak-nebak menu lezat seperti ayam masak habang atau soto karena terdengar…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Ilat Tasilahu

Palui pulang dari Pamarangan membawa sepuluh botol madu hutan untuk dijual kembali. Istrinya heran mengapa membeli begitu banyak. Palui menjelaskan madu itu dibeli dari Aluh Pimping, penjual madu terkenal di…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Nikmat Ramadhan

Setiap selesai sahur, Palui dan kawan-kawannya selalu salat Subuh berjamaah dan mendengarkan ceramah di masjid. Saat Tuan Guru mengingatkan pentingnya puasa sebagai ujian iman dan kesehatan, Palui mengaku sedih karena…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Mambalah Batung

Palui, Garbus, Tulamak, dan teman-temannya datang ke Banjar untuk membantu persiapan pernikahan Haji Adul. Mereka bekerja sama membelah batang bambu besar untuk membuat lantai dapur, tetapi meski sudah berusaha keras,…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar