Kesah Palui : Kada Makan Daging
Tulamak menjadi pusat perhatian saat saruan di rumah basalamatan karena selalu dihuhulut orang, tapi ia menanggapinya dengan tawa santai. Palui menjelaskan dua alasan orang mencarinya: cepat makan dan ingin menagih…
Tulamak menjadi pusat perhatian saat saruan di rumah basalamatan karena selalu dihuhulut orang, tapi ia menanggapinya dengan tawa santai. Palui menjelaskan dua alasan orang mencarinya: cepat makan dan ingin menagih…
Palui dan istrinya yang baru lima tahun menikah sudah memiliki banyak anak, membuat Garbus dan Tulamak heran sekaligus geli. Palui berkelakar bahwa mereka seperti kelinci, sedikit saja bersentuhan langsung “berproduksi”…
Bini Palui sangat khawatir dengan anaknya, Puput, yang mulai beranjak dewasa dan sudah mengenal cinta. Puput ingin segera menikah seperti teman-temannya, padahal baru tamat SMA. Ibunya menolak karena merasa belum…
Palui dan Garbus sedang membicarakan tayangan televisi yang kini makin tak sopan, banyak menampilkan adegan pelukan dan ciuman tanpa batas, bahkan dilakukan oleh yang bukan muhrim. Mereka prihatin karena tontonan…
Kampung Palui akhir-akhir ini sering sekali kemalingan, hampir tiap malam ada saja warga yang kehilangan ayam atau itik. Para pencuri semakin berani karena banyak orang yang tidak punya pekerjaan tetap.…
Suatu sore saat hujan gerimis, Palui, Garbus, dan Tulamak pulang dari menjala ikan dengan hasil melimpah. Mereka gembira karena masing-masing membawa sebakul ikan besar. Dalam perjalanan pulang, mereka mendengar suara…
Garbus tampak masam karena bertemu saudaranya yang berutang padanya, sementara ia sendiri ingin membeli rokok. Palui menawarkan bantuan dengan memberi uang lima ribu dan menyuruh Garbus membeli rokok merek paling…
Garbus merasa risih mendengar pertengkaran Tulamak dan istrinya yang terus-menerus ribut. Ia menasihati agar Tulamak hidup rukun, namun Tulamak mengeluh bahwa istrinya sering pulang ke rumah orang tuanya karena salah…
Palui tampak murung karena mintuahnya mudah marah tanpa sebab. Garbus dan Tulamak mencoba menghibur dengan mengajaknya ke pasar besar untuk mencari obat penenang. Di pasar, mereka mendengar pedagang yang berteriak…
Pada malam takbiran, Palui dan kawan-kawannya menjadi amil zakat di masjid hingga larut malam. Dalam perjalanan pulang, Garbus menyindir Tulamak yang jarang puasa tapi ikut bertakbiran. Tulamak menyesal dan berjanji…