Kesah Palui: Kada Hakun Diuperasi
Palui hidup pas-pasan sejak dulu meski berbagai usaha telah dicoba, dari bertani hingga mengojek dengan sepeda motor tua. Walau miskin, rumah tangganya tetap harmonis; istrinya sangat setia dan penuh kasih.…
Palui hidup pas-pasan sejak dulu meski berbagai usaha telah dicoba, dari bertani hingga mengojek dengan sepeda motor tua. Walau miskin, rumah tangganya tetap harmonis; istrinya sangat setia dan penuh kasih.…
Palui diundang Julak Ambrun ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan anaknya. Setelah acara, ia merasa bosan di rumah dan ingin jalan-jalan keliling kota. Karena julaknya kelelahan, Palui diizinkan pergi sendiri dengan…
Palui yang sudah tiga tahun di Jawa berencana pulang kampung saat liburan untuk mengurus warisan. Mamarinanya melarang karena tiket kapal dan pesawat sulit didapat, tapi Palui bersikeras. Ia menulis surat…
Warga kampung Palui bergembira saat listrik akhirnya masuk ke desa mereka. Semua antusias membicarakan hal itu, termasuk Palui, Garbus, dan Tulamak. Palui bahkan menawarkan rumahnya sebagai contoh pertama pemasangan listrik.…
Palui mencoba berbagai usaha demi menghidupi keluarganya. Saat musim limau, ia berjualan limau dari berbagai daerah, namun karena banyak pesaing, ia menjual murah hingga sering rugi. Garbus menasihatinya agar memperbaiki…
Tulamak dikenal rakus saat makan, membuat Garbus menasihatinya agar menjaga kesehatan karena tubuh gemuk bisa memicu berbagai penyakit. Namun, Tulamak membela diri bahwa perut besar menandakan kemakmuran dan kesejahteraan, sementara…
Tulamak mengadakan aqiqah untuk anaknya dan menyembelih dua ekor kambing. Ia menyisihkan kepala kambing untuk Palui yang tak hadir karena ke Banjar. Keesokan harinya, Palui datang meminta maaf, dan Tulamak…
Beberapa hari terakhir, Palui terlihat berbeda—lebih tenang dan bahagia dari biasanya. Namun, pada suatu pagi, ia merasa bingung karena teman-temannya tidak menunggu di langgar dan rumahnya tampak sepi tanpa istri…
Palui sangat senang memancing papuyu di musim kemarau hingga menjadi kebiasaannya setiap hari. Ia bercerita kepada Garbus dan Tulamak bahwa hasil tangkapannya besar, sampai bisa mendapatkan empat ekor seberat satu…
Menjelang hari raya, Palui menasihati Garbus dan Tulamak agar tidak berlebihan membeli baju baru atau makanan, sebab masih banyak orang miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia mengingatkan agar sebagian…