Kategori: EDISI 2020

Kesah Palui : Sapida Zaman Japang

Palui bercerita tentang masa mudanya saat zaman Jepang, ketika ia tinggal sekampung dengan teman-temannya. Suatu hari ia pergi sendirian ke kota karena ingin menyusul kawan-kawannya menonton pasar malam. Dalam perjalanan…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Dibatasi

Tulamak merasa sedih karena banyak makanan yang tidak boleh ia makan akibat pantangan dari mantri puskesmas. Ia dilarang mengonsumsi daging, makanan berminyak, terlalu asin, dan minuman bergula. Garbus dan Palui…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Pamilihan Pambakal

Palui yang sebelumnya gagal jadi pambakal karena buta huruf kini bertekad belajar hingga lulus paket A dan B. Dengan semangat baru, ia kembali mencalonkan diri pada pemilihan berikutnya. Saat diuji,…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Jamban Baluang

Palui gemar membaca koran dan selalu mengikuti berita terbaru. Suatu hari, ia dipanggil ke balai desa bersama warga untuk menghadiri penyuluhan tentang kebersihan dan rencana penghancuran jamban di pinggir sungai…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Mambor Sumur

Palui sangat sayang kepada anak perempuannya, Aluh, yang masih berumur dua bulan. Ia selalu ingin cepat pulang dari bekerja untuk melihat anak dan istrinya. Suatu hari, Garbus dan Tulamak merasa…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Mangidam Bigi Salak

Bini Palui yang sedang hamil dua bulan mengidam “bigi salak”. Palui dengan sigap pergi ke pasar mencari buah salak, lalu diarahkan oleh Garbus dan Tulamak ke rumah Tukacil yang punya…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Pamilihan Pambakal, Bagian Pertama

Palui berambisi mencalonkan diri sebagai pambakal di kampungnya, merasa yakin bisa menang meski sudah tua. Namun, Tulamak mengingatkan bahwa calon harus lulus tes membaca, menulis, dan berhitung. Untuk membantu, Palui…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Bau Iwak Karing

Palui jadi bahan ejekan warga karena tali salawarnya putus, membuatnya malu. Ia bertekad mengikat salawar dengan kuat agar tidak terulang. Saat pengajian malam, guru Jain membahas pentingnya kebersihan lahir batin…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Mambawa Gunung Dua Bigi

Di warung acil Irus, Palui, Tulamak, dan Garbus biasa berkumpul sambil berbincang ramai, terutama tentang babinian. Suatu hari mereka membahas perempuan yang ingin jadi polwan. Tulamak menilai perempuan tetap harus…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Mati Lamas

Palui mewakili istrinya menghadiri penyuluhan tentang Keluarga Berencana (KB) di Balai Desa karena istrinya sibuk mengurus anak. Bersama Garbus, ia mendengarkan penjelasan petugas dan bidan muda mengenai berbagai metode KB…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar