Kesah Palui : Umpat Bafitrah
Menjelang hari raya, Palui mengajak Garbus untuk merayakan secara sederhana dan tidak berlebihan. Ia mengingatkan bahwa hari raya seharusnya menjadi momen untuk bersyukur dan peduli kepada fakir miskin, bukan ajang…
Menjelang hari raya, Palui mengajak Garbus untuk merayakan secara sederhana dan tidak berlebihan. Ia mengingatkan bahwa hari raya seharusnya menjadi momen untuk bersyukur dan peduli kepada fakir miskin, bukan ajang…
Dalam suasana bulan puasa, Garbus dan Tulamak berbincang tentang pentingnya pola makan “empat sehat lima sempurna”. Mereka berpendapat bahwa konsep itu sulit diterapkan bagi orang miskin karena keterbatasan ekonomi. Palui…
Menjelang hari raya, banyak orang pulang kampung untuk bersilaturahmi, begitu pula Palui dan istrinya yang sudah lama tinggal di kota. Mereka sebenarnya ingin pulang setiap tahun, tetapi selalu terkendala pekerjaan…
Selama empat tahun merantau ke Sumatera, Palui sangat rindu keluarga dan berniat pulang saat hari raya. Namun, pamannya mengingatkan bahwa tiket dan ongkos mahal, apalagi semua penuh. Palui beralasan ingin…
Tulamak yang sudah berumur lebih dari tiga puluh tahun belum juga menikah, sementara teman-temannya seperti Palui dan Garbus sudah berkeluarga. Mereka pun menggoda Tulamak agar segera menikah. Garbus menjelaskan bahwa…
Setelah tarawih dan tadarus, Palui pulang ke rumah lalu bersiap tidur. Namun, istrinya menegurnya karena mendengar Palui tadi duduk di warung saat puasa. Palui membela diri, katanya hanya menemani teman…
Saat bulan puasa, Palui dan kawan-kawannya tetap bersemangat mencari rezeki sambil mengenang masa muda mereka saat ikut garakan sahur. Palui teringat kejadian lucu tapi menyakitkan ketika Garbus terkena siraman air…
Palui, Garbus, dan Tulamak sudah lama bersahabat sejak muda hingga berkeluarga. Suatu hari, Garbus menasihati agar persahabatan awet dengan saling pengertian dan keikhlasan tanpa dendam. Namun Tulamak justru mengeluh karena…
Palui dikenal sebagai orang yang tidak konsisten berpuasa. Baru setengah hari, ia sudah menyerah dan makan di warung. Suatu hari, teman-temannya membicarakan kebiasaan Palui yang sering membatalkan puasa lebih awal.…
Menjelang waktu berbuka puasa, Palui dan teman-temannya berbincang di gardu dekat masjid tentang kehebatan para kakek mereka. Tulamak bangga karena kakeknya mampu mengusir buaya, Tuhalus bercerita bahwa kakeknya memindahkan sarang…