Bulan: Maret 2020

Kesah Palui : Pamilihan Pambakal, Bagian Pertama

Palui berambisi mencalonkan diri sebagai pambakal di kampungnya, merasa yakin bisa menang meski sudah tua. Namun, Tulamak mengingatkan bahwa calon harus lulus tes membaca, menulis, dan berhitung. Untuk membantu, Palui…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Bau Iwak Karing

Palui jadi bahan ejekan warga karena tali salawarnya putus, membuatnya malu. Ia bertekad mengikat salawar dengan kuat agar tidak terulang. Saat pengajian malam, guru Jain membahas pentingnya kebersihan lahir batin…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Mambawa Gunung Dua Bigi

Di warung acil Irus, Palui, Tulamak, dan Garbus biasa berkumpul sambil berbincang ramai, terutama tentang babinian. Suatu hari mereka membahas perempuan yang ingin jadi polwan. Tulamak menilai perempuan tetap harus…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Mati Lamas

Palui mewakili istrinya menghadiri penyuluhan tentang Keluarga Berencana (KB) di Balai Desa karena istrinya sibuk mengurus anak. Bersama Garbus, ia mendengarkan penjelasan petugas dan bidan muda mengenai berbagai metode KB…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Bisikan Gaib

Palui bercerita bahwa ia pernah naik taksi yang penuh sesak hingga merasa mual dan ingin muntah. Saat hampir tidak tahan, seorang penumpang memberinya kantong plastik untuk menampung muntahnya. Karena sudah…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Kadut Bungkas

Saat Palui tidur siang, istrinya membangunkannya karena beras di rumah habis. Setelah berdiskusi, Palui akhirnya pergi ke pasar untuk membeli beras. Istrinya menyuruh membawa karung besar agar cukup untuk sepuluh…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Katuju Malihat Buritnya

Palui dan istrinya dikenal sangat rukun meski sudah lama menikah dan memiliki enam anak. Mereka jarang sekali bertengkar, membuat Garbus dan Tulamak penasaran akan rahasianya. Palui berkata bahwa jika marah,…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Sajadah Halus

Tulamak kesulitan mencari baju dan celana yang pas karena tubuhnya besar, hingga akhirnya ia memutuskan membeli kain dan menjahit sendiri. Garbus menyindirnya halus, namun Tulamak menanggapinya santai. Obrolan berlanjut tentang…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Mahayal Pulang

Palui memiliki tanah warisan seluas tiga hektar yang mengandung batu bara. Banyak orang, termasuk Garbus dan Tulamak, ingin membeli atau bekerja sama menambangnya. Namun, Palui menolak karena tak ingin merusak…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar

Kesah Palui : Pucuk Gumbili

Palui yang dulunya pernah jadi kernet dan tukang cuci mobil, akhirnya kembali menjadi sopir setelah lama berhenti akibat kecelakaan yang membuatnya rugi besar. Kini ia memilih jadi sopir pedesaan karena…

baca lanjutannya
Tidak ada komentar